Simak Cara Penanganan Bayi Kuning karena Hiperbilirubin

Bayi Anda terkena penyakit kuning, penyakit kuning mungkin bukan penyakit yang berbahaya namun tetap saja penyakit ini harus diwaspadai. Jika hiperbilirubin tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan tuli hingga kerusakan otak. Berikut cara penanganan bayi kuning karena hiperbilirubin.

Berjemur
Berjemur adalah penanganan penyakit kuning pada buah hati Anda yang paling sederhana. ajak buah hati Anda berjemur setiap pagi pada pukul 8 hingga 9 pagi atau ketika matahari belum terlalu terik. Waktu berjemur cukup anatar 30 menit hingga 1 jam. Lepaskanlah pakaian buah hati Anda namun tetap lindungi mata buah hati Anda dari pancaran sinar matahari langsung.

Berikan ASI
Pada kasus bayi kuning ringan, Anda bisa menanganinya dengan memberikan ASI sesering mungkin pada bayi. Anda bisa memberikan ASI antara 8 hingga 12 kali per hari. Pemberian ASI ini bertujuan agar bayi sering buang air besar. ASI juga bermanfaat untuk meningkatkan imun untuk menjaga sel otak dari serangan bilirubin yang tinggi.

Buang air besar membantu bayi membuang bilirubin melalui tinja. Terkadang, meski hal ini jarang terjadi dokter akan menyarankan pemberian cairan melalui infus. Gunanya sama untuk membuat bayi sering buang air besar.

Metode Fototerapi atau Terapi Cahaya
Fototerapi atau biasa merupakan metode pengobatan yang umum dan sering dijumpai karen efektif memecah bilirubin pada tubuh bayi Anda dengan menggunakan bantuan cahaya. Proses fototerapi akan menempatkan bayi dalam tempat tidur khusus di bawah cahaya spektrum biru. Bayi hanya akan menggunakan popok dan kacamata pelindung khusus.

Fototerapi sendiri dapat dihentikan setiap 3 atau 4 jam agar Anda dapat menyusui buah hati Anda. Anda juga bisa menimang dan memeluk buah hati Anda agar ia tetap merasa nyaman. Penghentian fototerapi ini juga bertujuan untuk memeriksa apakah buah hati Anda mengalami dehidrasi.

Metode fototerapi ini dikatakan sangat efektif untuk mengobati bayi kuning karena memiliki efek samping yang relatif sedikit. Prosedur ini memiliki resiko yang cenderung sedikit membuat kulit buah hati Anda ruam atau perubahan warna kulit menjadi gelap.

Transfusi Darah
Transfusi darah dilakukan apabila penyakit kuning pada bayi sudah cukup parah. Transfusi darah dilakukan apabila bayi tidak merespons teknik pengobatan lainnya. Penanganan ini dilakukan dengan mengambil darah buah hati Anda dalam jumlah sedikit kemudian bayi akan menerima sejumlah kecil darah dari donor maupun bank darah.

Transfusi tersebut akan menggantikan darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang baru dan sehat. Manfaatnya adalah meningkatkan jumlah sel darah merah pada buah hati Anda dan mengurangi kadar bilirubin dalam tubuhnya.

Itulah beberapa cara penanganan pada bayi kuning. Untuk lebih jelasnya Anda bisa langsung berkonsultasi dengan bidan atau dokter anak Anda. Dapatkan informasi penanganan pada penyakit bayi lainnya hanya di ORAMI. Kunjungi situs resminya di www.orami.co.id.