Cara Cetak Baju dengan Berbagai Jenis Kain ini

Saat melakukan sablon maka penting untuk mengetahui jenis kain yang akan Anda gunakan untuk Cetak Baju. Hal ini akan sangat mempengaruhi hasil pencetakan berdasarkan jenis tinta yang akan digunakan. Jika menggunakan tinta pelepasan pasti tidak akan berhasil digunakan pada kain poliester 100% karena jenisnya digunakan untuk mewarnai serat kain alami seperti kapas. Sedangkan jika tinta plastisol bisa digunakan untuk mencetak dengan baik pada hampir semua jenis kain serta menghasilkan warna yang cerah dan tajam. Karenanya anda harus tahu jenis kain yang akan digunakan agar hasilnya bisa lebih maksimal.

Berikut merupakan beberapa cara cetak baju yang bisa dilakukan berdasarkan jenis kain.
1. Kain katun
Merupakan kain alami yang umumnya menjadi pilihan utama untuk sablon, karena cenderung menyerap tinta lebih mudah daripada kain lainnya. Kain yang terbuat dari kapas adalah pilihan paling populer bagi kebanyakan printer dan pelanggan karena terasa lembut dan mudah menyerap. Seperti halnya printing kain jenis apapun, maka Anda harus menyembuhkan cetakannya. Pastikan sudah memberikan banyak waktu untuk mengeringkan udara sebelum menyetelnya menggunakan pengering. Jika ingin menyablon kain ini maka bisa menggunakan cat/tinta kain Permaset.

2. Sutra
Jenis kain ini menyediakan permukaan datar yang begitu indah pada cetakan sablon. Memiliki serat alami yang dapat menyerap tinta secara merata dan efektif. Satu hal yang perlu diingat yaitu kainnya yang lebih tipis, sehingga tinta diserap juga lebih sedikit. Penting juga untuk diingat bahwa kain sutra cenderung bergerak bahkan sedikit menyusut sepanjang proses pencetakan. Sehingga anda harus pastikan untuk memangkas kain dan menggunakan perekat meja agar tidak sampai meleset saat mencetak baju.

3. Kain wol
Pada kain wol umumnya akan menawarkan permukaan penyerap yang bagus untuk sablon,. Sama halnya seperti kapas, semakin tinggi jumlah wol maka semakin baik untuk Printing Baju. Umumnya kainnya lebih tebal, sehingga tinta yang digunakan harus lebih banyak karena akan diserap dalam serat dengan jumlah yang lebih banyak. Jika kainnya lebih tebal atau bertekstur, maka sebaiknya gunakan cetakan rinci.

4. Kain akrilik dan poliester
Untuk jenis kain buatan pabrik ini umumnya cenderung kurang berpori dari kain yang menggunakan serat alami. Sehingga hal itu akan lebih sulit saat di sablon, sehingga anda bisa gunakan produk seperti fixer sintetis Permaset yang dapat secara maksimal meningkatkan kualitas perekat tinta pada campuran poliester dan akrilik. Sehingga bisa memberikan hasil yang lebih tahan lama.

Dalam melakukan printing baju memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Jika anda mencetak tanpa memperhatikan jenis kain maka hasilnya pun juga tidak akan bisa maksimal. Bahkan bisa saja sablon kaos yang dihasilkan mengecewakan jika anda tidak perhatikan cara dan jenis kain yang sedang anda gunakan. Jika sudah begitu maka hal itu tentunya akan mengecewakan konsumen yang sebelumnya sudah menaruh kepercayaan pada anda.